TROMBONE

Trombone adalah alat musik tiup logam. Seperti pada alat musik tiup logam lainnya, suara dihasilkan dengan menggetarkan bibir.

Arti kata “trombone” adalah terompet besar”, kata trombon ini diambil dari bahasa Itali tromba (trompet) dan -one (akhiran yang berarti besar). Pemain trombon disebut trombonis. Bentuk bagian bawah alat musik ini mempunyai “tangkai” yang bisa digeser, berfungsi sebagai pengubah nada. Jenis spesialnya seperti valve trombone dan superbone punya tiga katup layaknya trompet.

Trombone disebut-sebut sebagai “Suara Tuhan”, sebutan yang dipopulerkan oleh Beethoven dan komposer lain. Hal ini dilatarbelakangi oleh kemampuan para pemain trombone yang mampu menjangkau intonasi nada yang sempurna saat bermain. Trombone mempunyai jangkauan nada yang besar, yang tidak dimiliki alat musik lain.

Pemain alat musik trombone disebut trombonist, dan mereka mempunyai peran unik, yakni “menunggu”. Trombonist biasa diminta untuk menghitung jeda bar atau menunggu hingga akhir simfoni sampai giliran mereka untuk bermain. Peran trombone dalam sebuah simfoni bisa kita lihat dengan mudah di dalam Beethoven’s 5th. Para trombonist hanya bermain di bagian keempat atau bagian terakhir simfoni, yang berarti mereka harus menunggu lama! Seperti yang juga terjadi dalam Beethoven’s 9th dan Brahms 4th yang menyebabkan trombonist dapat menunggu hingga 30-40 menit.

Fakta-Fakta Menarik tentang Trombone:

1. Trombone pertama dimainkan di hadapan publik di acara pesta pernikahan.

Hal ini ditemukan di pernikahan Duke of Burgundy, bangsawan Prancis pada 1468. Ia menginginkan sajian trombone ada di pernikahannya.

2. Trombone tidak ramah pada orang kidal.

Semua trombonist yang penggunaan tangan kirinya lebih dominan, terpaksa harus menyesuaikan rangka trombone dengan menggunakan tangan kanan. Ini menjadi hal yang menarik karena para trombonist kidal harus beradaptasi dengan kelemahan mereka. Salah satu trombonist jazz kidal terkenal, Slide Hampton, menentang hambatan ini dan berhasil memainkan trombone dengan tangan kirinya

3. Proses pemakaman Ludwig von Beethoven diiringi oleh quartet tromboneSimfoni “Three Equali” yang ditulis oleh Beethoven sendiri diceritakan menggambarkan kesedihan dan duka mendalam dari meninggalnya legenda musik klasik ini.

TEHNIK PERMAINAN BASS DRUM

Pasti sobat-sobat semua sudah mahir dalam menggunakan bass drum, dan pasti tahu tehnik-tehnik dalam permainannya. Tapi, pasti ada dari sobat yang juga belum tahu dan ingin mempelajari. Let’s Go… Belajar bareng

Tehnik permainan bass drum dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Hell-Up
  2. Hell-Down
  3. Hell-Toe

Nah, kita lahap satu persatu

1. Hell-Up

Heel artinya tumit, sementara Up artinya atas, jadi kalau diartikan tumit kita diangkat, atau kalau kita menggunakan bahasa Indonesia, kita mengenalnya dengan istilah ‘jinjit’. Teknik heel up ini seperti pada gambar yang di samping, dengan ketentuan pada teknik hell-up ini kaki di jinjit atau di angkat pada bagian belakang kaki sobat semua. Teknik ini banyak di gunakan di semua genre, karena mayoritas drummer ketika bermain drum menggunakan teknik ini. Teknik heel up ini mempunyai hasil suara yang sangat power full, karena teknik ini mendapatkan power atau tenaga yang lebih besar daripada teknik menginjak pedal drum yang lainnya. Dampak atau efek samping yang di hasilkan dari teknik ini sangat minim, karena tidak terlalu berisiko dengan pergelangan kaki sobat semua. Saat kita melakukan teknik heel up ini, jangan sekali-sekali melayang, walau kita banyak memainkan pedal, jadi diusahakan kaki kita tetap menempel pada pedalnya.

2.  Hell-Down

Hell artinya tumit, dan Down artinya bawah, jadi kalau diartikan tumit ditempelkan ke pedalnya saat menginjak pedal. Teknik heel down ini seperti gambar yang di samping, pada teknik ini seluruh telapak kaki di luruskan sejajar dengan suatu pedal drum. Teknik ini biasa di gunakan pada aliran jazz dengan ketentuan sound yang lebih soft (halus), tapi tidak menutup kemungkinan bagi drummer yang sudah terbiasa dengan teknik ini, teknik ini bisa di mainkan di semua genre music. Suara sound yang di hasilkan dari teknik ini sangat tipis, soft, dan halus, dengan bertipe sound yang seperti ini, biasanya seorang drummer akan sedikit merasakan kesulitan untuk mengejar speed. Efek yang di hasilkan dari teknik ini lumayan sakit pada sebuah pergelangan kaki, karena di teknik ini sangat memerlukan kekuatan dari pergelangan kaki seorang drummer. Selain itu, kekurangan dari teknik ini anda pada saat pertama kali mencobanya otot betis anda akan merasa sedikit sakit.

3. Hell-Toe

Hell artinya tumit, dan Toe artinya jari, jadi kalau diartikan tumit-jari. Teknik tumit-jari telah sekitar selama beberapa waktu, tetapi hanya belakangan ini menjadi sangat populer di antara komunitas drum. Ini adalah teknik yang hebat untuk bermain stroke ganda cepat dengan kaki. Dalam pelajaran ini gendang gratis, Jared Falk memecah teknik tumit-jari untuk Anda, menunjukkan dengan tepat bagaimana dan apa yang berlatih untuk mengembangkannya. Dia mengambil waktu untuk menghilangkan prasangka beberapa mitos yang lebih umum yang terkait dengan teknik tumit-jari juga, seperti ukuran kaki, jenis alas kaki dan pedal bass drum.

Dengan melatih teknik tumit-jari, berusaha untuk memiliki dua gerakan berbaur menjadi satu gerakan goyang tunggal dengan kaki. Gerakan goyang adalah apa yang akan memungkinkan Anda untuk bermain ganda dengan cepat, karena Anda akan mendapatkan dua stroke dari satu gerakan tunggal. Jangan membanting kaki terlalu keras.

apabila anda akan membeli peralatan musik dumband kunjungi website kami hanya di www.jualalatdrumbandterbaik.com